Archive for Juli 2013

Mengenal Arsitektur Android OS

By : Bima Dharmawan Putra



Android dibangun dengan menggunakan asas object oriented, dimana elemen-elemen penyusun sistem operasinya berupa objek yang dapat kita gunakan kembali/reusable. Agar bisa membuat aplikasi dengan baik, tentunya kita harus mengetahui arsitektur OS Android beserta elemen elemennya.


Gambar dibawah merupakan skema pembagian elemen pada arsitektur Android. Secara garis besar arsitektur android terdiri dari empat layer komponen, yaitu:

Skema Arsitektur Android

Layer Applications dan Widget

Inilah layer pertama pada OS Android, biasa dinamakan layer Applications dan Widget. Layer ini merupakan layer yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi inti yang berjalan pada Android OS.  Seperti klien email, program SMS, kalender, browser, peta, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa Java. Apabila kalian membuat aplikasi, maka aplikasi itu ada di layer ini.

Layer Applications Framework
Applications Framework merupakan layer dimana para pembuat aplikasi menggunakan komponen-komponen yang ada di sini untuk membuat aplikasi mereka. Beberapa contoh komponen yang termasuk di dalam Applications Framework adalah sebagai berikut:
  1. Views
  2. Content Provider
  3. Resource Manager
  4. Notification Manager
  5. Activity Manager
Layer Libraries
Libraries merupakan layer tempat fitur-fitur android berada. Pada umumnya libraries diakses untuk menjalankan aplikasi. Beberapa library yang terdapat pada android diantaranya adalah libraries Media untuk memutar media video atau audio, libraries untuk menjalankan tampilan, libraries Graphic, libraries SQLite untuk dukungan database, dan masih banyak library lainnya.

Android RunTime
Android RunTime merupakan layer yang membuat aplikasi android bisa dijalankan. Android RunTime dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a) Core Libraries : berfungsi untuk menerjemahkan bahasa Java/C
b) Dalvik Virtual Machine : sebuah mesin virtual berbasis register yang dioptimalkan untuk menjalankan fungsi-fungsi pada Android secara efisien.

Linux Kernel
Linux Kernel merupakan layer tempat keberadaan inti dari operating system android. Layer ini berisi file-file system yang mengatur system processing, memory, resource, drivers, dan sistem android lainnya. Inilah yang membuat file sistem pada Android mirip dengan file sistem pada sistem operasi berbasis Linux. Kernel yang digunakan adalah kernel Linux versi 2.6, dan versi 3.x pada Android versi 4.0 ke atas. Kernel ini berbasis monolithic.

Itulah sdikit gambaran tentang Android arsitektur. Lantas apa yang dimaksud dengan reusable di sini? Reusable berarti komponen-komponen yang ada pada aplikasi Android bisa kita pakai ketika kita membutuhkannya. Khususnya komponen-komponen pada layer pertama dan kedua. Misalnya kita ingin membuat sebuah web browser sederhana, maka kita hanya perlu menginstanstiasi kelas WebKit browser yang berfungsi untuk menampilkan web page.

ok sekian dulu postingan ane kali ini , tunggu postingan ane berikut nya ya . thanks udah berkunjung , Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan jejak nya :2thumbup 
Tag : ,

Mengenal Pengantar Android, Fakta, Sejarah dan Hal-Hal Lain yang Harus Kita Ketahui

By : Bima Dharmawan Putra
Oit lama kgk ngepost nih. kali ini ane mau ngepost sedikit tentang android. dan pas banget Menjelang liburan hari raya, dari pada kgk ada kerjaan mending belajar android . lumayan buat nambah pengetahuan.
Ok langsung aja kita bahas tentang Pengantar Android, Fakta, dan Sejarah nya

Android dan sejarahnya

Pertama-tama, Android pada dasarnya adalah sebuah operating system untuk smartphone, maka ketika kita membahas tentang sejarah Android, mau tidak mau kita juga harus membahas tentang sejarah smartphone terlebih dahulu.
Android
Evolusi Smartphone

Untuk evolusi dan sejarah smartphone, kalian bisa lihat sebuah infographics menarik yang ada di sini.
Singkatnya, smartphone pertama adalah Nokia 9000 series yang keluar tahun 1996, kemudian dilanjutkan oleh jajaran smartphone Palm yang merajai era 2000-an. Pada tahun 2001, Microsoft mengumumkan Windows CE Pocket PC Operating System, yang menandai lahirnya smartphone yang didukung oleh sistem operasi Microsoft Windows.

The Big Three

Sejarah setelah itu mencatat kemunculan tiga buah kekuatan besar di dalam persaingan sistem operasi smartphone, yaitu BlackBerry yang muncul pertama kali di tahun 2002 dengan mengeluarkan Blackberry 5810. Blackberry sejak saat itu merajai pangsa pasar ponsel pintar hingga di sekitaran tahun 2009-2010.
Tahun 2007, Apple mengeluarkan iPhone seri pertama.
Dan tahun 2008, lahirlah HTC Dream, sebuah smartphone pertama yang memiliki sistem operasi berbasiskan Android.
Dan sejak saat itu, era baru ponsel pintar pun dimulai.

Sejarah Android
Android awal mulanya adalah sebuah upstart kecil yang digawangi oleh Andy Rubin, tim mereka bekerja untuk membuat sebuah sistem operasi yang dikhususkan untuk ponsel pintar, dimana OS tersebut harus mampu bekerja secara efektif dalam batasan daya dan memori terbatas yang ada di smartphone, sampai akhirnya Google melirik kerjaan mereka.
Singkatnya, Andy Rubin dan Google pun bertemu kemudian Google berkata bahwa dia tertarik tentang apa yang sedang mereka lakukan dan ingin tahu lebih lanjut soal Android. Sama seperti kita, Google pun bertanya ke Andy Rubin, “Lihatlah, di luar sana sudah banyak sekali OS untuk smartphone (Blackberry, iOS, Windows, dsb) lalu untuk apa Android ada?”
Dan Andy Rubin menjawab, Anda salah bung Google. Dunia ini masih butuh sebuah OS untuk smartphone, yang bersifat Open Source.
Yups, sifat Android yang Open Source itulah yang akhirnya membuat Google tertarik untuk mengembangkannya, Android pun dibelinya dan OHA (Open Handset Alliance) dibentuk untuk mendukung Android, dan membuat smartphone yang lebih baik. Open source juga yang membedakannya dari operating system lainnya. Dan open source jugalah yang membuat Android mudah diadopsi oleh pabrikan smartphone lainnya, dan menjadi populer dengan cepat.

First Version
Android lantas mengeluarkan versi 1.5 yang diberi nama Cupcake pada April 2009, lima bulan kemudian muncul versi 1.6 atau Donut. Setelah itu muncullah versi-versi terbaru seperti pada daftar di bawah ini :
  • Eclair 2.0/2.1 (Oktober 2009)
  • Froyo 2.2.x (Mei 2010)
  • Gingerbread 2.3 (December 2010)
  • Honeycomb 3.x (Februari 2011)
  • Ice Cream Sandwich 4.0.x (Oktober 2011)
  • Jelly Bean 4.1 (Mei 2012)
Dari banyak versi di atas, ada beberapa versi yang spesial atau berbeda dengan lainnya, contohnya Android versi Honeycomb adalah OS pertama kali yang didesain untuk tablet Android. Kemudian datang Ice Cream Sandwich yang didesain untuk menyempurnakan Honeycomb, yaitu bisa berjalan baik di phone maupun tablet.
Mungkin kalian penasaran, kenapa Android yang pertama diberi nama Cupcake, yang berawalan dengan abjad depan “C”? Ada rumor yang menyebutkan bahwa hal itu disebabkan karena Google ingin menghormati pembuat smartphone sebelumnya, yaitu “A” untuk Apple dan “B” untuk Blackberry. Memang Cupcake sebenarnya adalah release Android yang ketiga, dua buah release sebelumnya, yaitu Android 1.0 (September 2008) dan Android 1.1 (Februari 2009) memang sengaja tidak diberikan nickname.
Setelah itu, varian baru Android pun bermunculan. Ada yang mem-fork (istilah untuk memodifikasi) Android untuk menjadi OS dengan tingkat sekuritas sangat tinggi seperti yang dilakukan Boeing, ada juga yang memanfaatkan Android untuk membuat ekosistem aplikasinya sendiri, seperti yang Amazon lakukan.
Google sendiri bekerja sama dengan beberapa vendor hardware untuk membuat perangkat yang dioptimasi yang biasa disebut dengan Google Experience Devices”, wujudnya bermacam-macam seperti Google Nexus buatan samsung dan tablet Xoom dari Motorola. Ditambah lagi Google yang membeli Motorola memungkinkan dia untuk terjun ke bisnis hardware, namun tampaknya usaha itu lebih dilakukan untuk memperkaya jumlah paten yang dimiliki oleh Google.
Kabar yang beredar tahun 2012 ini, Google akan meluncurkan Google Tablet, bekerja sama dengan vendor Asus. Mungkinkah tablet itu akan langsung mempunyai OS Jelly Bean? Kita tunggu nanti. :)
Yang pasti, smartphone Android yang rilis selalu saja membawa kejutan. Seperti smartphone yang memiliki shutter-speed tercepat, HTC One X. Atau smartphone dengan konektivitas 4G dan daya tahan baterai terlama seperti Droid RAZR MAXX. Karena sifatnya yang Open Source, Android menjadi satu-satunya sistem operasi yang biasa menerapkan teknologi tercanggih dan terbaru di smartphone keluaran terbarunya.
Android sekarang merebak dimana-mana, orang-orang menyukainya, ini semua tak lepas dari visi Andy Rubin tatkala dia pertama kali memikirkan tentang sebuah OS untuk smartphon

ok sekian dulu postingan ane kali ini , tunggu postingan ane berikut nya ya . thanks udah berkunjung , Pengunjung yang baik akan selalu meninggalkan jejak nya :2thumbup 
Tag : ,

- Copyright © 2013 Power of Knowledge - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -